membran

zaman terus berkembang, teknologi pun demikian. semakin lama semakin berkembang. tak sedikit teknologi baru ditemukan untuk mempermudah kehidupan kita.

baru sekitar dua dekade ini, dipublikasikan teknologi pemurnian, mungkin ini bukan merupakan teknologi baru, tapi baru dipublish. teknologi ini adalah membran

membran sendiri bukan barang baru untuk kehidupan kita sebagai manusia. manusia memiliki ribuan m2 membran, mulai dari luar seperti kulit, ginjal, usus halus dsb. mereka berperan sebagai membran dalam tubuh.

secara bahasa membran adalah selaput tipis yang masih bisa dilalui oleh fluida. misalkan ginjal, kotoran dari darah dibuang melalui urin sedangkan darah bersih masuk kembali kedalam tubuh.

pada dasarnya membran dapat dibagi menjadi dua, yaitu membran berpori dan membran dead end (buntu). membran berpori itu biasanya membran yang telah dibuat sengaja dilubangi dengan penembakan suatu molekul dari atom tertentu, ya…tergantung ingin pori sebesar apa. biasanya yang masuk ke dalam kategori ini adalah mikrofiltrasi, ultrafiltrasi dan nanofiltrasi. sedangkan membran dead end adalaah membran yang porinya adalah rongga antara molekul pembentuk membran itu sendiri. contah membran jenis ini adalah reverse osmosis.

reverse osmosis ini merupakan teknologi yang paling banyak digunakan didalam industri pemurnian air laut atau desalinasi. pada awalnya desalinasi biasa menggunakan termal, yaitu air laut akan diuapkan kemudian uap akan diembunkan kembali. tapi metoda ini dirasa kurang ekonomis, karena memerlukan bahan bakar pemanas yang cukup besar.

berbeda dengan membran, membran reverse osmosis hanya membutuhkan tekanan yang agak tinggi yaitu sekitar 30bar. dan tekanan retentat atau consentrat atau rejectionnya bisa digunakan untuk menambah tekanan dari umpan membran.

keuntungan lain menggunakan membran RO adalah kecilnya penggunaan bahan kimia, tapi rejectionnya cukup tinggi tapi masih bernilain untuk digunakan kembali.

secara umum membran dapat menggantikan hampir semua metoda pengolahan air, dari clarifier hingga demineralisasi. teknologi yang lebih baru adalah membran tidak hanya digunakan sebagai alat pemisah saja, tapi ada metoda yang menggabungkanantara reaktor dengan pemisahannya. yaitu membran bioreaktor.

dan masih banyak teknologi yang bisa menggunakan membran untuk kehidupan kita, salah satu contohnya adalah dibidang kesehatan, ada peneliti yang berhasil membuat membran untuk dialisis atau cuci darah bagai penderita gagal ginjal, dengan harga yang cukup terjangkau karena membran bisa digunakan berulang cukup dnengan diflushing membran bisa digunakan kembali oleh pasien yang sama.

ah udah dulu ah ngacapruknya….ntar disambung lagi kalo sempet…hehehehe…sselamat membaca semoga bermafaat…

About these ads

4 thoughts on “membran

  1. Pak Radiman,

    Sedikit ingin mengoreksi, teknologi membran tidak bisa digeneralisasi secara umum dalam menggantikan unit pengolahan air yang bapak sebutkan di atas (i.e. clarifier hingga demineralisasi yang bapak sebutkan). Membran mau apapun tipenya tidak bisa menghilangkan warna, seperti halnya proses kimia-fisika dalam WTP/WWTP. Beberapa project di Indonesia yang memakai membran bioreactor, pun juga mengalami masalah dalam masalah color & turbidity, jadi penggunaan chemical masih tetap perlu. Sanes kitu, Kang?mangga diteraskeun deui ngacapruk teknologina, diantos. Hatur Nuhun Sateuacanna.

  2. Terima kasih, atas koreksinya. saya cuma mengutip sebuah kalimat di majalah HP. katanya membran hampir bisa menggantikan fungsi dari alat pemurnian air. karena saya yakin membran bisa menggantikan fungsi dari alat konvensional di WTP, ya akhirnya saya tulis. ternyata salah. Yang saya tahu dalam proses pengolahan air berfungsin untuk menghilangkan mineral inorganik seperti garam-garaman dan sebagainya. selain itu saya pikir karena membran biasanya dibuat dari bahan organik seperti selulosa asetat, maka akan kesulitan untuk menghilangkan warna yang notabene biasanya merupakan senyawa organik. mungkin karena hal itu warna tidak bisa di hilangkan oleh membran.

    hatur nuhun pisan atas koreksinya. ayo semangat belajar dan membaca……….

  3. Selamat pagi mas….
    saya mahasiswa di fak teknologi pertanian ugm. Apa mas tau informasi di lembaga mana di indonesia yg mempunyai persediaan/stok membran ukuran nano dari jenis sellulosa asetat? saya pusing nih mencari kebutuhan bhn riset sy…dr jerman belum ada beritanya……
    makasih….
    sedikit info yg sdh sy lakukan…..warna bisa dihilangkan dgn membran kok, dgn catatan kita tau berat molekul komponen tsb, terutama bila warna berasal dr pigmen tanaman maka BMnya tinggi dan jenis membran yg akan digunakan untuk menghilangkan warna bisa dipilih berdasar BMnya…

    • Pagi Mba,
      Saya kurang tahu yang punya persediaan membran, mungkin bisa dicoba di PAU ITB disana ada penelitian untuk membran, kalau tidak salah disana juga sudah bisa memproduksi membran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s