Sebuah perhatian

hari yang melelahkan dengan beban pekerjaan yang bertambah terus menerus tanpa henti. tapi itu adalah sebuah konsekuensi logis dalam bekerja. hari ini aku menyempatkan membuka email dari beberapa milis, di sela pekerjaan yang menumpuk. ada sebuah judul email yang menarik untuk ku baca, judul email tersebut “bacakan keras2 ya papa biar aku bisa mendengarkan”, ku pikir email apaan neh pake judul kayak gini segala. Dengan rasa penasaran aku baca email tersebut dengan perlahan-lahan, ternyata email itu bercerita tentang seorang anak yang ingin dibacakan sebuah buku oleh ayahnya, tapi kerena kesibukan ayahnya, si anak belum sempat mendengar ayahnya membacakan buku tersebut hingga akhir hayatnya. sungguh terharu aku membacanya. aku jadi teringat beberapa email yang isinya serupa, ada yang anak kehilangan kakinya karena orangtua yang begitu mementingkan hartanya, ada anak yang tidak mau ketemu orang tua karena trauma masa kecil dsb.

aku jadi sedikit berpikir kalau sebenarnya seorang anak, istri atau suami tidak melulu butuh harta, mereka jauh lebih membutuhkan perhatian dari orang yang paling dekat dengan dirinya, orang tuanya, suami atau istrinya. jelas bahwa perhatian yang baik dari keluarga terdekat mereka akan memberikan perubahan yang sangat baik untuk masa remaja dan dewasanya.

anak yang hanya dididik dengan harta tanpa ada perhatian dan pengendalian dari orang tua, lebih banyak menciptakan manusia yang memilik gaya hidup yang lebih konsumtif, hedon, dan menganggap dunia bisa dibeli oleh uang. harta memang penting bagi pendidikan anak tapi bukan hal yang paling utama. ada mungkin anak yang bukan dari kalangan orang yang memiliki harta berlimpah bisa meraih kehidupan yang sukses dunia akhirat. 

sebagai kesimpulan atas apa yang ku pikirkan, dalam mendidik anak ada hal penting lain selain harta, yaitu perhatian atas anak-anak yang sedang dididik. jangan lupa anak-anak sekarang adalah penerus masa yang akan datang. jangan biarkan mereka lenyap ditelan zaman karena tidak mampu bertahan karena mereka tidak didik untuk bisa bertahan hidup, mereka begitu dimajakan dengan harta dan kemudaha. prinsip orang tua yang bilang “biar orang tua saja yang susah mencari uang, asal anak hidup enak” ku pikir salah. anak harus minimal tau kalau berusaha mencari uang itu sulit kalau pun bisa ada yang harus dikorbankan. 

sekian dulu ah…..maaf kalo ada yang baca terus merasa tersinggung atau tidak sependapat. ini hanya sekadar pemikiran ku saja.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s