Kenangan Bersama Ramadhan

Setelah membaca sebuah tulisan, aku jadi teringat akan sebuah pernyataan dari seorang ustadz ketika aku kecil…(aku lupa apakah ini hadist atau quran) beliau berkata ada dua kebahagiaan ketika ramadhan. yang pertama adalah kebahagiaan ketika bertemu dengan berbuka dan kedua adalah kebahagiaan ketika bertemu dengan Alloh.

Benar sekali ketika kita shaum apa yang kita tunggu selain berbuka. setelah menahan segala sesuatu yang halal dilakukan pada kondisi biasanya (makan dan minum). setelah bertahan akan haus dan lapar yang mendera. tibalah waktunya berbuka sungguh nikmat ketika seteguk air mineral dingin menyentuh tenggorokan. alhamdulillah kita masih bisa berbuka dengan makanan yang layak.

Pernah terpikir ketika kita berbuka kita lebih suka dengan keadaan berlebihan. berlebihan dalam menyiapkan makanan, seakan balas dendam karena tadi siang tidak makan dan minum. apakah shaum kita tidak sia-sia karena setelah berbuka masih tidak bisa menahan nafsu? hanya Alloh yang tahu.

Aku hanya ingin menyindir diri ini karena masih banyak orang miskin dan fakir yang kesulitan untuk menghidupi diri atau keluarganya, disaat kita biasa membuang-buang makanan. apakah tidak lebih baik ketika kita bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan? apakah tidak bisa kita menyisihkan barang sehari atau dua hari dari jatah makan siang kita?

Aku juga masih belajar untuk ikhlas berbagi apa yang kupunya, semoga apa yang kutulis ini menjadi inspirasi dan tidka menjadikan diriku sebagai orang yang munafik, karena baru bisa berkata tanpa ada bukti nyata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s