Pompa…

Pompa adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memindahkan suatu fluida dari satu tempat ke tempat lain. Pemindahan fluida ini dengan memberikan energi kepada fluida tersebut. Energy yang di berikan pompa adalah tekanan.

Tekanan ini dihasilkan oleh impeller yang di gerakan oleh sebuah motor. Impeller ini akan menambah kecepatan dari fluida dan fluida tersebut akan dilemparkan menuju discharge pompa. Sebelum keluar dari Volute atau kerangka pompa, kecepatan akan diturunkan secara tiba-tiba yang berakibat meningkatnya tekanan pada keluaran pompa. Lihat prinsip dasar dari bernoulli, kecepatan meningkat maka tekanan akan turun begitu juga sebaliknya.

Sering kali kita bilang pompa itu berfungsi untuk menghisap, padahal pompa tidak dirancang untuk menghisap. Pompa bisa menarik fluida karena pompa membuat tekanan pada mata impeller begitu rendah sehingga fluida yang masih bertekanan (minimal atmosferik) bisa naik. Sebagai contoh ketika kita minum air menggunakan sedotan, kita tidak menarik air. Tapi membuat rongga mulut memiliki tekanan yang begitu rendah hingga air naik untuk memenuhi rongga mulut kita.

Pompa tidak menghisap fluida pada kedalam yang terlalu besar, sebabnya adalah tekanan atmosferik hanya bisa menaikkan air hingga 33.9 ft atau sekitar 10.3327 m. sehingga tidak mungkin untuk menghisap air pada kedalaman lebih dari 10.3327m tanpa bantuan penambahan tekanan pada sumur atau menempatkan pompa pada sumur tersebut. itulah sebab adanya pompa submersible dan vertical pump. Pompa tersebut tidak dikhawatirkan kehilangan fluida karena fluida tidak bisa naik. Karena impeller akan terus terendam oleh fluida.

Salah satu hal yang menurut pkirian awam ku penting adalah NPSH. NPSH adalah kebutuhan minimum agar pompa dapat bekerja sesuai dengan tugasnya. NPSH dapat dibagi menjadi dua, NPSH required dan NPSH available. NPSH Required adalah energy minimum yang terdapat didalam fluida agar sebuah pompa dapat bekerja dengan baik, sedangkan NPSH available adalah energy yang tersedia dalam fluida yang akan dipindahkan. Agar pompa dapat bekerja dengan baik maka NPSH availabel harus lebih besar dari NPSH required. Secara umum NPSH available lebih besar 10% dari NPSH required.

Untuk menentukan NPSH available mapa perlu dihitung tekanan sumber( dalam satuan panjang), tekanan hidrostatik (satuan panjang), hilang tekan akibat perpipaan (dalam satuan panjang), tekanan uap fluida (dalam satuan panjang) dan tekanan inlet pompa (dalam satuan panjang).

NPSH a = tekanan sumber + tekanan hydrostatik – hilang tekan – tekanan uap fluida – tekanan inlet.

nb: pada umumya tekanan inlet ini lebih sering tidak diperhitungakan dalam perhitungan NPSH a. Tapi untuk keamanan tekanan inlet ini dapat dihitung. besarnya tekanan inlet ini didapat dari manufacture pompa, bila tidak terdapat tekanan inlet impeller maka dapat digunakan 2 ft sebagai acuan.

Apabila NPSH available lebih kecil dari pada NPSH required kemungkinan terjadi kavitasi lebih besar. Kavitasi itu sendiri adalah keadaan dimana fluida menguap pada saat didalam pompa yang diakibatkan karena turunnya tekanan pada fluida atau meningkatnya temperatur.

Kavitasi dapat berakibat seperti water hammer pada kompressor, bahkan pada saat energy ayng tersedia pada uap tersebut cukup dapat menghancurkan impeller dan casing dari internal pompa.

Maka perlu diperhatikan sistem perpipaan inlet pompa, tekanan pompa, level fluida dalam tank paling rendah, dan sebagainya.

itu dulu bagi-bagi pengetahuannya soalnya ga ada lagi yang bisa disampaikan.

met long week end bagi yang merayakan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s