Investasiku

Bicara investasi maka akan berbicara tentang masa depan. Masa dimana kita belum pernah mengalaminya. Kita hanya bisa memperkirakannya. Pernah Seorang ustadz berkata “…kalau kita gagal berencana maka kita merencanakan kegagalan…”

Investasi merupakan jalan kita untuk merencakan masa depan yang lebih baik. Baik masa depan didunia atau pun diakhirat. Sudah menjadi fitrah seorang manusia untuk mencari kehidupan yang selalu lebih baik.

Salah satu bentuk investasi untuk masa depan dunia adalah ketersediaan dana pada saat diri ini sudah tidak mampu untuk bekerja atau menghasilkan uang. Padahal kita sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba cukup.

Persiapan dana untuk masa depan yang paling dikenal orang adalah tabungan dan deposito. Tapi ada satu kekurangan dalam tabungan atau deposito. Tabungan dan deposito kurang bisa digunakan untuk menyimpan dana dalam jangka panjang. Karena imbal hasil dari tabungan atau deposito masih dibawah inflasi negara ini. Bunga tabungan sekitar 2-3% sedangkan deposito adalah sekitar 6-7%. Tapi, untuk jangka waktu yang relatif pendek memungkin untuk menggunakan tabungan atau deposito ini.

Bentuk yang mungkin bisa digunakan adalah emas (batangan atau koin). Banyak orang bilang emas itu bukan untuk mendapatkan pertubuhan tapi hanya untuk menjaga nilai aset yang kita miliki nilainya sama setiap saat. Ada juga yang bilang emas itu merupakan investasi yang tahan terhadap inflasi, karena emas aka terus mengikuti perkembangan.

Sedangkan untuk investasi dengan tujuan mendapatkan pertumbuhan, salah satu yang paling gampang adalah reksadana dan saham. Perbedaan antara reksadana dengan saham adalah, terkadang untuk membeli saham kita harus memiliki dana yang cukup besar. Pernah suatu ketika saya datang de sebuah sekuritas mereka mengatakan bahwa untuk membuka rekening pembelian saham tersebut harus setor dana sebesar 25 Jt. Sedankan untuk reksadana bila membeli ke securitasnya ada yang menjual 100rb, 200rb 500rb. paling besar ketika kita membeli reksadana di agen biasanya diberikan nilai minimal pembelian yang saya tahu di BSM untuk mandiri syariah berimbang minimal 5jt. Perbedaan lainnya adalah untuk saham, kita harus punya cukup waktu untuk melihat apakah dana kita sedang aman atau tidak karena yang mengurus dana kita ya diri kita sendiri. Sedangkan untuk reksadana dana kita dikelola oleh securitas dengan portofolionya sendiri.

Investasi pada saham memiliki pertumbuhan yang cukup besar. Tapi, perlu diingat kalo besarnya penghasilan diikuti dengan besarnya risiko yang kita tanggung.

Sebenernya masih banyak jenis investasi yang lain, tapi karena kemampuan penulis hanya sampai situ ya sudah hanya itu yang bisa disajikan. Sekali lagi saya cuma menyampaikan apa yang saya tau. Bila tulisan ini membuat pembaca menjadi ingin berinvestasi ya silakan, tidak juga tidak apa-apa. Karena saya cuma menulis dan yang memutuskan dan menanggun risikonya adalah investor sendiri………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s