Flare

Dulu ketika aku masih kuliah, sering aku berfikir kenapa hampir seluruh pabrik kimia, kilang dan eksplorasi minyak atau gas memiliki system pembuangan hidrokarbon, padahal bahan itu masih dapat digunakan minimal untuk bahan bakar pabrik? Ternyata aku baru mendapatkan jawabannya ketika aku sudah bekerja. Ya, Sebuah pabrik pasti berhubungan dengan masalah keselamatan, baik keselamatan terhadap pekerjanya, atau terhadap peralatan didalam pabrik itu sendiri.

open_terminal_flare2

Kebayang donk ketika sebuah kilang dengan bahan bakar yang begitu banyak dan tekanan yang lumayan tinggi bahkan tinggi sekali, tanpa adanya perlindungan terhadap kelebihan tekanan atau terhadap bahaya lainnya. Pasti yang kerja disana dagdigdug terus takut pabriknya tiba-tiba meledak.

Sistem perlindungan pabrik ini terkadang harus membuang sebagian bahan baku atau produk ke atmosfir. Pembuangan ini ditujukan untuk menjaga kondisi dari fluida tersebut, seperti tekanan, dan temperatur sehingga pada saat diproses tidak berbahaya. Fluida yang dibuang itu, tidak dapat dibuang begitu saja, karena bahan seperti hidrokarbon dapat mencemari lingkungan. Selain itu pembuangan fluida keatmosfir juga berpotensi mengakibatkan kebakaran atau keracunan. Sehingga untuk mengamankan area pabrik dari konsentrasi hidrokarbon ini, maka hidrokarbon yang dibuang dilewatkan melalui Flare agar tidak berpotensi menjadi bahan bakar.

ground flare

Secara umum flare digunakan untuk membakar bahan berbahaya dan beracun yang berupa gas. salah satunya adalah hidrokarbon, NOx, H2S dan seterusnya. Biasanya Flare menyala terus pada saat pabrik beroperasi, ya siapa tahu ada keadaan darurat yang menghasilkan buangan berupa gas dan harus dibuang keudara.

Nah, pembuangan seperti ini biasanya dilewatkan melalui flare, karena adanya konsentrasi hidrokarbon di udara sangat berbahaya. ingat segitiga api? ketika ada udara, ada bahan bakar diantara Low Explotion limit dan Upper Explotion Limit, dan ada sumber percikan berupa api terbuka atau panas maka kebakaran akan timbul.

pit ground flare

Secara umum Flare bisa dikategorikan menjadi flare yang burner tipnya berada diatas atau bahasa kerennya adalah elevated flare. Untuk Flare jenis ini kita bisa melihat api dari flare tersebut. Jenis yang lain adalah Ground Flare. Kalo yang ini (menurutku)menyerupai Heater, api tidak terlihat dari luar karena berada didalam box.

Pemilihan jenis Flare ini didasarkan kepada flow rate gas yang dibakar, keamanan, kondisi pabrik, area yang tersedia, dan sebagainya. Flare ini biasanya ditambahkan steam atau udara untuk mengurangi terbentuknya asap dan membuat pembakaran lebih sempurna.

Segini dulu ah ceritanya, ntar disambung lagi soalnya harus belajar dulu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s