harga sebuah ramadhan….

Hari demi hari telah berlalu, Syawal pun segera datang. Ada sebagian orang begitu gembira karena datangnya Syawal ada juga yang begitu sedih karena ditinggalkan Ramadhan.

Kegembiraan seorang akan datangnya Syawal bisa dikarenakan dia telah berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan pada Alloh dan dia berharap Alloh menerima semua amalan yang telah dilakukannya.

Sabda  nabi ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, pertama ketika dia berbuka dan ketika dia menhadap Tuhannya diakhirat nanti. Tentu seorang hamba yang ikhlas dan menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh tidak akan dikecewakan oleh Tuhannya. Pastilah dia membawa pahala yang bertumpuk dan wajah yang berseri.

Hari ini diperkirakan adalah hari terakhir Ramadhan, berita dipenuhi dengan prosesi mudik, belanja lebaran dan persiapan lainnya.

Orang-orang pergi mudik ke kampung halamannya untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Mereka rela mengorbankan apa pun demi pulang kekampung halaman, mulai mengantri hingga menginap di stasiun, terminal demi mendapatkan selembar tiket pulang ke kampung halaman. Hingga rela mengorbankan syaumnya demi pulang kampung.

Bukan sebuah kemunafikan, aku pun pulang ke tempat kelahiranku. ku gunakan bis malam biar tidak mengganggau syaumku. ya mungkin tetep ga optimal tapi ya berusahalah untuk tetap lebih baik.

Yang lebih parah, lagi-lagi menurut pendapatku, ketika aku belanja kebutuhan disebuah pasar aku lihat sebuah keluarga begitu menikmati es cendol disiang hari pada saat waktunya puasa. hmmm….bukan berburuk sangka, tapi apakah pantas demi sebuah pakaian, kita merelakan Alloh…??

Apakah penampilan Fisik begitu berharga dibandingkan dengan penampilan kita di hadapan Alloh diakhirat nanti..??

Tidakkah kita ingin menemui Alloh dengan wajah yang berseri-seri dan penuh kebanggaan karena amalan yang dibawa kehadapan Alloh.

Hanya sebuah renungan bagi diriku ini yang telah begitu banyak melalaikan perintah Alloh. Harga sebuah pertemuan dengan Alloh begitu mahal, tapi begitu mudah untuk dilakukan. kita cuma harus menuruti perintahnya dan menghindari larangannya. cukup…tapi begitu banyak orang yang melanggar itu semua termasuk aku.

Ayo, saatnya menemui jalan perjuangan yang lebih berat, sebelas bulan kedepan bukan merupakan perjalanan yang mudah,sudah tidak ada perhitungan amalan wajib yang digandakan. Sekarang medan pertempuran sesungguhnya, ketika tidak ada iming-iming upah yang berlimpah….

Selamat tinggal ya Ramadhan semoga Alloh sampaikan umurku keramadhan berikutnya….amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s