Kerinduan itu…

Hari berganti hari, sungguh ku sesali hari demi hari yang lewat beegitu saja tanpa prestasi yang gilang gemilang.  Baru kusadari betapa berartinya waktu yang terlewati itu. selama ini kulewati saja tanpa ada yang bisa kuhasilkan. Sungguh celaka diri ini.

Mulai kurasakan kerinduan kepada Ramadan yang semakin hari semakin jauh meninggalkan. Entah tahun depan masih kedapati ramadhan ini atau tidak. Tak ada yang bisa kulakukan ketika waktu berlalu begitu saja. Hanya penyesalan yang bisa diratapi. Penyesalan yang tiada arti, penyesalan yang hanya menjadi tetesan air mata yang tak akan ada artinya. Seperti telah Alloh beritakan bahwa suatu saat manusia durhaka akan mnyesal ketika masuk neraka, mereka minta di kembalikan kebumi dan berjanji untuk berbuat baik atau minta hanya dijadikan tanah.

Sungguh perumpamaan yang begitu dahsyat. Manusia yang begitu dimuliakan memilih menjadi tanah yang hina, saking besarnya tanggung jawab yang harus diemban oleh seorang manusia. Manusia hidup didunia hanya punya satu kewajiban yaitu beribahda kepada Alloh, tak ada tugas lain cuma beribadah. beribadah dalam keadaan langsung seperti sholat dan shaum, atau ketika kita bekerja, belajar dan sebagainya. semua ditujukan untuk beribadah.

Aku memiliki sebuah keyakinan, ketika seorang manusia menjadi kan semua hal ditujukan ibadah, maka tidak akan ada namanya korupsi, kemaksiatan dan hal lainnya.

Ayo, jadikan hidup ini sebagai ibadah kepada Alloh. Ibadah dengan dengan hanya mengharapkan ridho dari Alloh. bukan ridho dari orang lain, atau makhluk lain.

wallhou’alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s