Jangan Sia-siakan Waktu

Hari demi hari terus berlalu, Ramadan kali ini sudah mengijak sepuluh hari terakhir. Amalan apa yang bisa kita banggakan di depan Alloh ketika kita menghadapnya di yaumul akhir? amalan mengkaji Quran? Sholat sunnah? atau Puasa?

Hm… sulit rasanya ketika menimbang amalan apa yang patut dibanggakan di depan Alloh nanti. Apakah pantas Bacaan Quranku yang amburadul dibanggakan di depan Alloh? Setiap baccan hanya mengejar target, satu bulan harus khatam. Tapi pelajaran seperti apa yang didapat dari membaca Quran? Tak ada…hm…walaupun membaca Quran, insya alloh, mendapatkan pahala dari Alloh tapi pantaskan sebuah petunjuk hidup cuma dibaca tanpa diamalkan?Cuma hati perilaku ini yang dapat menjawab semuanya…

Begitu juga dengan Sholat dan Puasa, terkadang sholat ku hanya sekadar menghilangkan kewajiban tanpa ada pelajara yang didapat. Tanpa adanya kedekatan yang bertambah ke pada Alloh. Tanpa penambahan keyakinan bahwa Alloh lebih dekat dibanding dengan urat leher ini. ada sebuat dialog di sinetron Ramadan, yang membuat hati aku ketawa, sambil menangis. Dalam dialog itu ada seorang RW yang begitu yakin bahwa Alloh akan menolongnya dari amukan masa yang akan menyerang karena dia suka memasang jimat dan santet, keyakinannya itu diputus oleh aparat RW yang berkata “…Pak RW ini tampak begitu yakin  kepada Alloh, tapi kok masih melakukan tindakan tahayul seperti santet dan sahabatnya…?”(dialog sedikit dirubah biar rame). Aku manangkap makna dari obrolan itu bukan sekadar dialog yang saling menyudutkan, tapi dialog yang akan menyentil diri kita masing-masing yang tampak begitu percaya dengan Alloh tapi lebih sering meinta tolong kepada selain Alloh. Dan tak pernah mencukupkan Alloh sebagai penolong kita.

Begitu banyak yang perlu kita renungkan dalam hari-hari terakhir menjelang Idul fitri. Hari-hari yang terakhir yang munkgin tahun depan kita tidak akan pernah bertemu dengan bulan yang mulia ini. Renungan pertama untuk diri ini adalah seberapa siap aku untuk menghadapi maut? amalan apa yang akan dibawa dan dibanggakan didepan Alloh dan RasulNya. Apakah amalan sholat sunnah kita yang hanya ikut-ikutan?apakah amalan sholat seperti itu yang akan membawa sandal kita ke syurga seperti Bilal bin Rabah? atau akan termasuk kedalam orang-orang celakan karena Sholatnya,yaitu orag yang lalai dengan Sholatnya??

Bukan tidka penting beramal banyak, tapi jangan lupakan Qualitas dalam beribadah. pernah Rasul ditanya oleh Aisyah, kenapa beliau yang sudha dijamin masuk syurga, tapi ibadah sampai-sampai kakinya bengkak, karena berdiri dalam sholat begitu lama, beliau hanya berkata, aku ingin jadi hamba yang bersyukur. tak pernah kah kita bersyukkur atas nikmat yang Alloh berikan? bersyukur, bukan hanya berarti mengucapkan pujian kepada Alloh, Alloh tak butuh itu. Kalimat pujian buat Alloh itu adalah pahala buat yang mengucapkannya. Pernahkah ingat akan sebuah ayat yang begitu populer, yang isinya kurang lebih, bersyukurlah maka akan Ku tambah nikmatKu, dan ingatlah azab Ku sangat pedih. Alloh memberikan reward and ancaman sekaligus, kalau para ahli taksir mengatakan kenapan reward dan ancaman ada dalam sebuah kaliat, itu dikarenakan fitrah manusia yang senang hadiah dan takut akan ancaman.

Sekarang saatnya untuk memperbaiki diri, belum terlampat selama masih ada nafas yang mengalir dalam tenggorokan. Masih ada waktu untuk memperbaiki selama jantung masih berdetak. ayo berbuat dan berbuat. Seorang muslim tak punya waktu untuk berleha-leha. Terus lah berkarya, teruslah berjuang karena Alloh akan terus melihat dan menilai apa yang kita buat, apa yang kita perjuangkan dan semua karya terbaik kita. semogasemua karya yang pernah kita buat menjadi jalan untuk Alloh meridhokan salah satu syurganya untuk kita tinggali. Inilah saat yang tepa unutk belajar lebih tangguh, belajar untuk pantang surut kebelakang. Selama nafas masih mengalir dalam tenggorokan selama itulah waktu kita untuk berkarya.

Semoga tulisan ini memberikan semangat bagi semua orang yang membacanya. Karena inilah saatnya untuk bangkit. ini adalah teguran untuk penulis. Wallohul’am…

tuban,31 agustus 2010

adam radiman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s