Masih adakah “aisyah”…?

Memang enak kerja diiringi lagu favorit. Entah sudah berapa lama aku mendengarkan lagu dari bimbo, akhirnya ada sebuah lagu yang memaksa aku untuk berhenti dari pekerjaan ku dan berkonsentrasi penuh pada lagu tersebut.

 

Aisyah adinda kita yang sopan dan jelita
Angka SMP dan SMA sembilan rata – rata
Pandai mengarang dan organisasi
Mulai Muharam 1401 memakai jilbab menutup rambutnya
Busana muslimah amat pantasnya

lagu bimbo dengan judul Aisya adinda kita.

 

Beberapa kali lagu ini aku ulang, ku coba cari makna yang di inginkan dari pencipta lagu ini. Akhirnya aku pun berkesimpulan, bahwa lagu ini menceritakan kekagumannya pada sesosok wanita yang punya segudang kesibukan di luar pendidikannya, tapi tetap fokus dan meraih prestasi yang baik dalam sekolahnya. Selain itu, Sosok ini tidak lupa untuk tetap menjaga penampilannya sebagai muslimah, berpakaian sopan menutup auratnya, menggunakan jilbab yang menjaga harga dirinya yang membuat dirinya tampak lebih cantik dan mempesona.

 

Terbersit dalam benakku, apakah masih ada sosok seperti ini di indonesia? seorang remaja yang hidup dalam modernisasi dunia yang terkadang malah menjadi racun bagi tidak punyai daya tahan yang baik terhadap kebebasan yang salah kaprah, arus informasi yang terkadang malah membuat sesat dan pada akhirnya mati dengan penuh kehinaan karena telah menggadai kehormatan dan harga diri sebagai manusia yang telah Alloh berikan.

 

Saya tidak anti kepada kebebasan, demokratisasi, atau modernisasi, selama hal itu disikapi dengan daya pikir yang baik dari setiap kita. Terlalu banyak contoh yang saya lihat di sepanjang hidup ini, seperti anak yang bisa melawan kepada orang tua, siswa tidak punya rasa hormat lagi kepada guru dan orang yang lebih tua. Terlalu banyak yang diabaikan oleh masyarakat kita saat ini. Kewajiban orang tua yang sering dilupakan, orang tua bukan hanya sekadar mengisi perut dari anak-anaknya dengan makanan yang sehat dan penuh gizi, atau mengisi otaknya dengan pengetahuan ddari sekolah yang mahal, tapi orang tua harus juga mengisi akhlak anak-anaknya dengan akhlak yang baik. Budi pekerti luhur yang membuat setiap anak menjadi manusia dengan harga diri yang tinggi.

 

Sekarang saatnya untuk mengembalikan kehormatan, harga diri dari seorang manusia yang telah di muliakan Alloh dari makhluk lainnya. Sudah saatnya kita berpikir ulang, apakah yang telah dilakukan sudah sesuai dengan norma Agama yang dianut. 

 

Semoga tulisan sederhana ini mejadi jalan untuk menggugah hati setiap yang membaca.

 

dipostkan juga di Radiman.wordpress.com  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s